Put Your Passion To Action

Setiap wanita pasti memiliki passion mereka masing-masing. Namun ternyata, 7 dari 10 wanita akui bahwa kesibukan sehari-hari yang menyita waktu bisa kenjadi hambatan untuk mengejar mimpi terpendamnya.

Melalui kampanye Ibu Bersinar, Sunlight mengajak wanita Indonesia untuk memiliki lebih banyak waktu luang untuk mewujudkan impian kita. Saya pun dibuat untuk kembali memikirkan mengenai passion saya yang telah terlupakan.

Ternyata, wanita yang menjalankan passionnya bisa membawa banyak dampak positif bagi dirinya dan orang disekitarnya. “Aktualisasi diri dibutuhkan oleh para wanita untuk mendukung peran mereka dalam keluarga maupun masyarakat. Orang yang telah mencapai aktualisasi diri mampu membangun dan menjaga relasi lebih baik dan memiliki empati yang lebih besar,” kata Ratih Ibrahim, Psikolog Anak dan Keluarga.

Saya bukan termasuk orang yang telah menemukan passion-nya sedari kecil. Saat harus memutuskan kuliah apa, saya cukup kesulitan untuk memilih. Memang sempat berpikir untuk mengambil jurusan psikologi. Entah mengapa, saya selalu tertarik mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan cara berpikir, emosi, dan perilaku manusia.

Tapi karena satu dan lain hal, saya memutuskan untuk mengambil fashion design. Ya, memang sangat berbeda. Tapi sejak kecil saya memang sangat menyukai bebikinan. Saat menjalankannya, saya memang sangat menyukainya. Tapi kok rasanya hingga sekarang saya masih tetap penasaran dan tertarik dengan psikologi ya? Sampai-sampai skripsi pendek saat kuliah fashion design nyerempet-nyerempet psikologi. Belum lagi waktu kuliah saya mengambil penjurusan applied fashion design. Saya pun banyak membaca buku-buku mengenai bisnis dan pemasaran. Dan yang selalu menarik perhatian saya adalah bacaan yang berhubungan dengan psikologi.

Ketertarikan saya terhadap psikologi makin bertambah setelah saya memiliki anak. Saya banyak membaca artikel dan buku mengenai tumbuh kembang anak yang memang akrab dengan dunia psikologi.

Saya sebetulnya memiliki satu impian yang belum pernah saya share ke siapa pun kecuali suami tercinta. Saya ingin sekali memiliki sekolah kanak-kanak bagi anak-anak yang kurang beruntung. Hal itu dimulai saat dulu saya pernah menjadi sukarelawan sebagai pendidik anak-anak jalanan. Saya merasa sangat senang setiap pulang mengajar meski badan lepek dan capek. Kembali lagi, mungkin belajar psikologi akan membantu saya dalam mewujudkan impian saya ini.

Namun kini usia saya bukan remaja lagi. Memang “tidak ada kata terlambat” apalagi dalam mempelajari suatu hal. Tapi kok rasanya tetap ada yang mengganjal bila harus kuliah S1 lagi bersama adik-adik remaja yang kulitnya masih mulus-mulus ini ya. Belum lagi saya memiliki anak batita yang rasanya sedikit tidak memungkinkan untuk saya tinggal setiap hari.

Saya memang pernah mendalami ilmu bisnis. Tapi apakah itu cukup untuk mendirikan sebuah sekolah? Pemikiran lain lalu mulai bermunculan. Mungkin saya dapat belajar dari buku dan psikolog anak dulu untuk tahap awalnya? Nanti saat saya merasa cukup berpengalaman dalam dunia pendidikan anak, mungkin saya dapat dapat bekerja sama dengan psikolog anak?

Ya, jalan menuju impian saya ini masih jalan setapak yang untuk mencapai tujuannya harus banyak berjuang. Jadi alangkah baiknya bila saya aspal dan penuhi bunga-bunga di sampingnya agar jalannya menjadi lebih indah dan mudah. Dan untuk melakukan hal tersebut, saya akan memulainya satu per satu.

Pockets of potential: How micro-learning during pockets of time can lead to new skills and opportunities

Lewat penelitian ini, Sunlight mengungkapkan bahwa setiap orang dapat mewujudkan impian yang mereka miliki dengan menyediakan waktu paling tidak 15 menit setiap harinya dengan mempelajari dan mengulangi keterampilan yang sama.


Berangkat dari penelitian tersebut, saya memutuskan untuk membuat daftar akan apa yang saya harus lakukan untuk mencapai impian saya itu. Untuk sekarang ini gol saya adalah #sayasempat untuk membaca buku mengenai perkembangan psikis anak setiap harinya minimal 15 menit.

Kalau passion moms lainnya apa? Yuk kita buat liat bagaimana untuk merealisasikannya. Mudah-mudahan kita semua dapat terinspirasi dengan campaign #ibubersinar ini ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − 2 =