Resep “A” Dari Dokter

Pernah dengar enggak ada dokter-dokter yang memberikan resep hanya bertuliskan “alam”? Lucu ya. Tapi ternyata resep ini memang benar banyak khasiatnya lho!

Banyak sekali sekarang anak yang mengidap obesitas, asma, ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), dan depresi. Dalam buku “Last Child in the Woods” oleh Richard Louv dijelaskan bahwa alam sangat berpengaruh pada perkembangan psikologi, kesehatan, dan kognitif anak. 

Coba deh perhatikan dalam keseharian kita, pasti lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan daripada di luar ruangan kan? Dan yang lebih parah lagi, banyak sekali anak-anak yang menghabiskan kebanyakan dari waktunya di depan televisi atau gadget. Padahal, banyak sekali artikel dan pakar yang menginformasikan mengenai dampak buruknya dalam perkembangan anak bila tidak diberi batasan waktu.

Kesadaran dan kepekaan anak akan pentingnya menjaga alam juga menjadi sangat minim. Jangankan anak-anak, kita saja sebagai orang tua juga pasti masih harus banyak belajar untuk lebih sayang dengan alam kan? Padahal, perubahan alam yang menakutkan terus terjadi hingga saat ini.

Lalu bagaimana peran kita sebagai orang tua untuk memaksimalkan perkembangan anak sekaligus turut melindungi alam demi anak cucu kita ini? Sudah beberapa dekade ini, Dr Mary Brown menyarankan agar anak-anak banyak bermain di luar dengan alam. 

Memangnya apa saja sih manfaatnya?

Berikut beberapa dampak yang dirasakan dari hasil penelitian, seperti yang terlansir juga di Psychology Today:

• Hubungan dengan alam dapat mengurangi gejala ADHD sejak anak usia lima tahun secara signifikan 

• Kedekatan dengan alam, bahkan sekadar pemandangan alam dari jendela kamar tidur, dapat mengurangi stres pada anak

• Anak yang lebih tua yang menghabiskan lebih banyak waktu di luar umumnya lebih aktif secara fisik dan memiliki prevalensi kelebihan berat badan lebih rendah dibandingkan dengan yang menghabiskan lebih sedikit waktu di luar.

• Anak-anak yang tinggal di lingkungan lebih hijau memiliki perubahan berat badan yang lebih rendah.

• Menghabiskan waktu di luar rumah dapat membantu mencegah miopia.

• Bermain di alam terbuka dapat memaksimalkan perkembangan motorik dan kreativitas pada anak kecil.

• Berhubungan dengan alam berpengaruh dengan disiplin dan kepercayaan diri di antara anak-anak, termasuk anak-anak penyandang cacat.

• Lingkungan alami, seperti taman, mendorong pemulihan dari kelelahan mental dan dapat membantu anak belajar.

• Sentuhan alam di rumah sakit, klinik dan kantor medis bertujuan untuk membantu anak-anak dan keluarga mereka mengurangi stres dan membantu dalam penyembuhan.

• Konsep “bermain”, termasuk bermain di alam, lebih menarik dan mengundang perhatian kebanyakan orang tua dan walinya daripada “belajar”.

Lalu apa saja sih ide untuk bermain dengan alam?

Banyak banget!!

Dari sekadar berlarian dan melompati daun-daun yang berguguran, memanjat pohon, bermain sepeda di taman, mengejar serangga, berburu dedaunan dan ranting, hingga membuat karya-karya unik atau pun meneliti hasil “buruan”-nya. Untuk contoh-contoh yang saya lakukan dengan si kecil bisa dilihat di sini ya! Semoga membantu dan salam alam! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 − two =